Salzburg, Austria: Home of Mozart and The Sound of Music

Setelah 2 jam perjalanan naik kereta dari Munich, akhirnya sampai juga di Salzburg negara Austria sekitar jam 10 malam. Kota Salzburg ini merupakan tempat kelahiran komposer terkenal Wolfgang Amadeus Mozart dan juga kota tempat syuting film The Sound of Music tahun 1965 yang terinspirasi dari kisah nyata dan sempat meraih beberapa Piala Oscar. Wew filmnya dibuat 50an tahun yang lalu. Gw sih baru nonton film itu pas masih SD. Excited banget rasanya mau napak tilas ke beberapa lokasi syuting film kece The Sound of Music ini. 😀

wp_20150405_089

Keesokan paginya kita beli Salzburg Card yang 24jam. Menurut gw kartu ini worth it banget karena bisa dipakai buat public transport, naik cable car ke Untersberg, masuk Hellbrunn Palace & Trick Fountains, Salzburg Zoo, Hohensalzburg Fortress sama naik funicular nya, dan masih banyak lagi pilihannya. Pertama kita langsung ke Untersberg, dari bawah aja view nya udah oke abis. Kekecean Untersberg ini bisa dilihat di opening scene dan closing scene film The Sound of Music. Sebagai orang yang tinggal di negara tropis sih gw girang dan bersyukur banget karena bisa ngeliat pegunungan bersalju dan alam yang indah banget kayak gini. Btw, Untersberg itu adalah puncak tertinggi dari Pegunungan Alpen di Salzburg. Karena sampai di sana kepagian, kita jadi yang pertama naik cable car di pagi itu, haha.. Degdegan rasanya takut kalo mendadak talinya putus atau macet ga bisa naik wkwkwk. Tapi seru juga, view ke bawah bagus, dan pas hampir sampai puncak sempat heran ini salju apa bubuk gula putih yang biasa buat donat itu hahaa.. Sesampainya di atas, ga sabar untuk keluar supaya bisa langsung mainan salju, ternyata dingin banget dooong, tapi ya sok kuat aja hehe, salju nya mirip-mirip dikit lah ama topping es serut yang dijual abang es cincau deket rumah gw hahaha.. Wow, ini benar-benar udah di atas awan, gw bukan anak hiking sih jadi di Indonesia pun gw belom pernah naik gunung setinggi ini sampai di atas awan. Sayangnya pas itu lagi berkabut, tapi tetep seneng lah bisa sampai ke sini.

photogrid_1486279307996

Untersberg

Setelah puas main di Untersberg, kita lanjut naik bus ke Hellbrunn Palace & Trick Fountains. Di sini tamannya lumayan luas, ada kolamnya juga, yang pasti mesti hati-hati dan siap basah karena banyak jebakan batman alias air mancur di berbagai spot yang ga kita duga-duga, iseng banget lah makanya dinamain Trick Fountains, tapi jadinya lucu, bisa buat ngetawain orang yang kena jebakan ini hahaha.. Kabarnya sih ini memang sengaja dibuat oleh pangeran untuk ngerjain tamunya yang datang. Di sini juga tersimpan gazebo tempat Liesl dan Rolf ketemuan dan menari di film The Sound of Music. Sayangnya karena ulah turis-turis alay yang gaya-gayaan loncat-locatin kursi di dalam gazebo itu ngikutin kayak di filmnya jadi banyak yang kepleset dan luka-luka, akhirnya gazebonya dikunci.

photogrid_1486279462253

Hellbrunn Palace & Trick Fountains

Agak siang kita lanjut ke Salzburg Zoo. Yang unik dari kebun binatang ini adalah lokasinya di tebing berbatuan dan berbukit-bukit dengan background view gunung bersalju, kece banget pokoknya. Di sini terdapat bermacam-macam hewan dari berbagai benua, mulai dari yang buas, yang kalem, yang suka tidur, yang unyu jadi bisa buat tempat main anak-anak, sampai yang kecil kayak tikus. Semuanya kurang lebih dikondisikan dengan habitatnya masing-masing.

photogrid_1486279639930

Salzburg Zoo

Sorenya kita beranjak menuju Hohensalzburg Fortress. Kalau mau jalan kaki menanjak bisa sih kira-kira 15 menit, tapi berhubung waktu terbatas jadi kita naik funicular train deh ke sini. Dari atas benteng ini, kita bisa melihat kecantikan kota Salzburg dengan background pegunungan Alpen. Penampakan benteng megah di atas bukit ini muncul beberapa kali di film The Sound of Music.

photogrid_1486279842001

Hohensalzburg Fortress

Karena waktu naik pakai funicular train, maka turunnya kita coba jalan kaki. Sesampainya di bawah kita ke area Kapitelplatz dan Residenzplatz. Di sini terdapat bola emas raksasa dengan patung orang di atasnya, ada juga catur raksasa yang lumayan ngehits dan bisa dimainin. Ada juga Salzburg Cathedral, Residenzgalerie, dan Residenz Fountain yang sampai sekarang area ini sering dilewati kereta kuda. Di film The Sound of Music area ini dilewati Maria pas naik bus dari Nonnberg Abbey ke Trapp Villa.

photogrid_1486279941573

Kapitelplatz & Residenzplatz

Hari kedua kita ke Mirabell Gardens. Well, yang gw suka dari Eropa adalah banyak taman cantik dan luas jadi bikin segar mata. Di film The Sound of Music, Maria dan anak-anak Von Trapp melewati Pegasus Fountain, Vine Tunnel, dan Musical Steps yang ada di Mirabell Gardens ini sambil menyanyikan lagu ‘Do-Re-Mi’.

photogrid_1486280156678

Mirabell Gardens

Selanjutnya kita beranjak ke Kapitelplatz dan Residenzplatz lagi buat ketemuan sama anak-anak Fasilkomers lainnya, mereka rata-rata lagi S2 dan kerja di Eropa. Lalu kita menyeberangi Mozart Footbridge yang sempat dilewati Maria dan anak-anak Von Trapp pas piknik di film The Sound of Music. Kemudian kita menyusuri Salzach River menuju Mozart Wohnhaus. Mozart Wohnhaus merupakan tempat tinggalnya Mozart saat dewasa dan tempat ia menghasilkan karya-karya besarnya.

photogrid_1486280385757

Kapitelplatz, Salzach River, Mozart Wohnhaus

Demikianlah perjalanan napak tilas lokasi syuting film The Sound of Music dan tempat besarnya Mozart. Saatnya kita melanjutkan perjalanan ke Vienna ibukota Austria naik BlaBlaCar, semacam carpooling service gitu, lumayan jatuhnya lebih murah daripada naik kereta dari Salzburg ke Vienna hehe.. Nantikan cerita selanjutnya tentang menjelajah Vienna yaa.. 🙂

 

Advertisements

Yes, it’s snow! (Munich and around, Germany)

Menjadi seorang traveller (ceileh traveller) sudah seharusnya siap menghadapi berbagai risiko dan tantangan dalam perjalanannya, contohnya adalah tiket pesawat yang gak confirm alias standby dan keterlambatan bagasi pesawat seperti yang gw alami saat Eurotrip dengan tujuan kota pertama Munich, Germany di mana gw udah gak sabaran akan melihat salju untuk pertama kalinya hahaha ndeso.. 😛 Just remember that there will always be something to learn in every journey. 🙂

wp_20150404_108

Yes, it’s snow!

Gw berangkat dari Jakarta malam hari ke Amsterdam non-stop dengan Garuda Indonesia GA88 dengan perkiraan landing jam 8.30 pagi waktu Amsterdam di keesokan harinya dan rencananya lanjut dengan penerbangan domestik (mostly flight internal Europe walaupun beda negara dianggapnya domestik) KLM KL1795 jam 11.55. Unfortunately, pesawat yang gw tumpangi waktu itu mengalami headwind. Ada Apa itu headwind? Intinya sih ada angin yang berlawanan arah dengan arah laju pesawat sehingga laju pergerakan pesawat ga bisa secepat kondisi normal karena harus melawan angin. Gw pun baru tau istilah headwind pas pilotnya beberapa jam sebelum landing mengumumkan bahwa ada kemungkinan landingnya telat karena headwind. Dan ternyata headwind ini membuat pesawat landing-nya telat hampir 2 jam, jadi gw sampai di Schiphol Amsterdam Airport jam 10 lewat, pesawat mau parkir pun ngantri, mulai panik lah gw takut ketinggalan pesawat ke Munich.

Turun dari pesawat langsung jalan cepat ke bagian imigrasi, udah ngantrinya lama, pas giliran gw ditanyain macem2 pula, dari mana, mau kemana, berapa hari, tiket flight selanjutnya mana, nginepnya dimana. Alamaaak, emang muka gw kayak anak ilang apa. Atau mungkin dia ngeliat gw cewek sendirian dan mukanya panik jadi mencurigakan dikira melarikan diri hahaha.. Trus gw lanjut ke baggage claim, dan lagi-lagi koper gw tidak kunjung keluar, aaah makin panik dah. Randomly pas nunggu bagasi malah ketemu dan kopi darat sama GM Garuda Amsterdam yang ternyata naik pesawat yang sama. Akhirnya koper gw keluar dan gw buru2 pamit duluan. Lari-lari lah gw ke checkin counter domestik yang jaraknya lumayan jauh, dapet boarding pass standby (belum dapet seat) dan checkin bagasi. Kata staff checkin-nya untung pesawatnya delay 15menit, kalo gak kayaknya checkin ud close dan gw ketinggalan pesawat ini. Trus lari-lari lagi lah gw ke gate, sampai gate semua penumpang udah pada naik pesawat, tinggal gw doang yang mau boarding dan samar-samar gw dengar nama gw dipanggil di speaker untuk final call. Pas gw dateng dan ngasih boarding pass standby, si staff di gate sambil nuker jadi boarding pass confirm rada ngomel gitu dia bilang kalo tiket standby harusnya dateng lebih awal. Daripada gw jelasin panjang lebar sambil ngos-ngosan yaudah lah iyain aja, sabar deh sabar. Tiba-tiba gw liat boarding pass gw kok seat nya 3A yak, ada tulisan SKY PRIORITY dan BUSINESS. Wah Alhamdulillah dapet business class (sambil cengar cengir girang) wkwkwk. Kayaknya sih ini gara2 tinggal gw yang belum masuk pesawat dan udah mau door close trus biar gw cepet duduk dikasihlah seat depan yang kosong. Dan gw lihat sekilas di economy class kayaknya emang full. Ya Allah Alhamdulillah pesawat ini delay juga jadi gw masih sempat ngejar.

Pas duduk dan menormalkan napas yang habis ngos-ngosan, tiba-tiba keinget bagasi gw, kok feeling gw gak enak ya. Sebagai mantan PM yang ngurus aplikasi baggage reconciliation, gw udah kebayang itu bagasi gw bakal ngelewatin proses yang lumayan panjang mulai dari conveyor pas checkin, turun ke makeup area, di-scan untuk masuk ke cart, di bawa ke pesawat, dan loading masuk ke pesawat. Ah gw jadi parno jangan-jangan bagasi gw ga sempet masuk ke pesawat. Husnuzhhan aja lah semoga masih sempat keangkut, pasrah yang akan terjadi terjadilah nanti. Nikmatin aja dulu view yang lumayan kece dari jendela pesawat dan icip-icip makanan walaupun yang akhirnya yang gw ambil cuma jus dan dessert nya doang, chicken salad ga gw makan, vegan sandwiches gw bungkus aja jaga-jaga kalo gw bener2 kelaperan baru gw makan.

photogrid_1478937978151

On KLM Business Class 😛

Sesampainya di Munich Airport gw langsung ke baggage claim, nunggu bagasi kok gak keluar-keluar, sampai last baggage akhirnya beneran bagasi gw ga ada. Akhirnya gw lapor lah ke staff nya untuk ngurus Property Irregularity Report. Untung gw kebiasaan fotoin bagasi sebelum terbang, jadi lumayan membantu pencarian dibanding cuma informasi merk dan warna. Trus gw kasih lah alamat tempat tinggal gw di Munich untuk delivery bagasi gw in case udah ketemu nanti. Lalu gw duduk merenung mikir hah beneran nih bagasi gw ketinggalan? Kayak masih gak percaya kalo ini terjadi, hahaha.. Ah yaudah lah seorang traveller memang harus positive thinking, bisa cepat beradaptasi, flexible, dan move on, let’s enjoy the journey.. Lalu bermodalkan free wifi gw ngabarin travel partner gw kalo udah sampai Munich dan mau berangkat ke Munich Central Station (Munchen Hauptbahnhof/HBF) soalnya janjian ketemunya emang di Munchen HBF. Pas ketemu langsung lah gw ceritain panjang lebar kalo bagasi gw ketinggalan di Amsterdam hahaha..

Yaudin trus kita move on deh dengan mengeksplor area Munich City Center. Di sana ada Bayerische Staatskanzlei (kantor pemerintahan), Hofgarten (taman dengan temple di tengahnya yang dikelilingi 8 jalan kecil), Residenz Museum (tempat penyimpanan koleksi kerajaan), Munich National Theatre, Frauenkirche/Munich Cathedral, dan Marienplatz.

photogrid_1478939429875

Munich City Center

Agak sorean kita ke BMW Welt (BMW World). Di sana merupakan tempat exhibition center, ada mobil-mobil dari jaman jadul sampai yang modern. BMW Welt ini masuknya gratis. Sebenernya lebih kece lagi kalau masuk BMW Museum yang berbayar cuma waktu itu karena udah kesorean jadi udah tutup.

photogrid_1478939578013

BMW Welt

Keluar dari BMW Welt udah mulai gelap dan kita langsung caw menuju Allianz Arena. Stadion ini adalah kandang dan stadion kebanggan bagi FC Bayern Munchen. Jadi ingat waktu jaman gw SD tahun 2002, gw nonton FIFA World Cup 2002. Keeper favorit gw adalah Oliver Kahn dari Jerman, dia jago banget jaga gawangnya, dan dia adalah tim FC Bayern Munchen. Stadion ini juga pernah dipakai waktu FIFA World Cup 2006. Dari kejauhan udah kelihatan terangnya eksterior stadion megah ini dengan nyala warna merah. Kira-kira setengah jam sekali warnanya berganti. Pas kita jalan mendekat warnanya udah biru. Dan selanjutnya ganti lagi jadi putih.

photogrid_1478939794096

Allianz Arena

Karena sudah malam dan lelah, jadi kita segera ke tempat penginapan. Ngobrol-ngobrol singkat dan kenalan dengan host-nya ternyata mereka traveller juga dan pernah ke Indonesia, Bali khususnya. Karena kita nginepnya cuma semalam jadi cuma sempet ketemu malam itu soalnya besok subuhnya kita mau checkout. Mereka heran kenapa kita liburan checkoutnya pagi-pagi banget, kalau mereka katanya liburan santai males-malesan bangun siang hahaha.. Abisnya di Munich cuma 2 hari jadi waktu sangat berharga, tidurnya bisa dilanjut di kereta/bus wkwkwk.. Gw juga cerita tentang bagasi gw, jadi in case nanti bagasi gw dianter ke situ, sorenya kita akan balik lagi untuk ambil bagasi.

Hari ke-2 adalah hari yang gw tunggu-tunggu karena mau liat salju untuk pertama kalinya di Schloss Neuschwanstein (Neuschwanstein Castle) hahaha.. Waktu gw kesana udah masuk musim semi, jadi kalau di Munich udah gak dapet salju, makanya mesti melipir ke luar kota supaya masih bisa lihat salju. Soooo excited jadi dibela-belain checkout subuh-subuh untuk ngejar kereta terpagi. Pertama kita naik kereta ke Munchen HBF untuk titip tas di loker, lanjut naik kereta ke Kaufbeuren, dan lanjut lagi naik kereta ke Fussen. Di perjalanan menuju Fussen dari dalam kereta udah mulai kelihatan saljuuu hahaha ndeso.. Setelah itu baru ganti naik bus dari Fussen ke Hohenschwangau. Pas sampai di Hohenschwangau, kita mampir dulu ngeliat Alpsee Lake (danau di antara pegunungan Alpen). Walaupun agak berkabut tapi danau nya tetap kelihatan cantik. Nah dari sini untuk mencapai kastilnya perlu menanjak dengan 3 pilihan cara: jalan kaki (gratis), naik bus (kalau cuaca cerah), naik kereta kuda (lebih mahal dari bus). Karena waktu terbatas jadi kita skip pilihan jalan kaki yang tentunya juga akan bikin gempor haha.. Nah sayangnya cuaca lagi kurang bagus dan berkabut jadi bus nya ga beroperasi, jadi mau ga mau naik kereta kuda. Ternyata asik juga menikmati pemandangan dari kereta kuda di mana sekitarnya diselimuti salju, masyaAllah.

Sesampainya di depan Neuschwanstein Castle, cuaca benar-benar berkabut dan suhunya dingin banget. Mau foto-foto mesti lepas sarung tangan jadi bikin tambah kedinginan, dan ini pertama kalinya gw ngerasain suhu minus wkwkwk.. Kalau kalian pernah nonton film-film Disney, kastil yang muncul di setiap pre-opening nya itu atau Sleeping Beauty Castle kabarnya terinspirasi dari kastil ini, jadi berasa ada di negeri dongeng hehe.. Setelah puas mengeksplor Neuschwanstein Castle, kita turun naik kereta kuda lagi dan kembali ke Munchen HBF.

photogrid_1478940718714

Alpsee Lake and Neuschwanstein Castle

Sampai di Munchen HBF lagi gw mulai kepikiran sama bagasi gw kok belum ada kepastian kabar udah siang gini hampir 24 jam. Masalahnya adalah malam itu planningnya kita udah akan menuju Salzburg which is pindah kota dan udah beda negara, jadi gw harus dapetin bagasi gw sebelum malam. Sisa itinerary tinggal Deutsches Museum dan Schloss Nymphenburg (summer residence buat anggota kerajaan), sepertinya harus ada yang dikorbankan. Akhirnya kita memutuskan ke Deutsches Museum yang merupakan museum terbesar di dunia untuk science & technology. Museum ini cukup luas dan bagian yang paling gw suka adalah Aeronautics soalnya banyak display koleksi pesawat-pesawatan wkwkwk.. 😀

photogrid_1478940867115

Deutsches Museum

Hari sudah sore dan bagasi gw belom di tangan, alhasil gw kontak lagi call centernya KLM untuk nanyain kabar bagasi gw apakah udah ada di Munich Airport atau udah dideliver ke tempat nginep gw, setelah nelpon ke-sekian kalinya akhirnya dikasihtau kalau bagasi gw udah ada di Munich Airport dan gw minta jangan dikirim ke tempat nginep gw, karena kalau nyasar atau lama dan ada apa-apa di jalan malah tambah rumit lagi, dan gw putuskan gw akan ambil di Munich Airport. Akhirnya keluar dari Deutsches Museum kita langsung ke Munich Airport. Sesampainya di sana masih ribet dengan birokrasinya diputer-puter disuruh kesana kemari mana jauh juga jaraknya bolak balik hadeeeh, akhirnya dengan penuh kesabaran bagasi gw bisa kembali ke tangan Alhamdulillah.. Terharu soalnya udah 2 hari gak bisa ganti baju hahaha.. Trus kita balik ke Munich HBF karena jam 8 malam kita akan melanjutkan perjalanan naik kereta ke Salzburg, Austria.

Singkat cerita, pas balik ke Indo gw coba ngurus minta kompensasi ke KLM atas keterlambatan bagasi gw dan ngurus claim travel insurance. Oiya sebagai info, untuk ngurus visa Schengen biasanya emang diminta polis travel insurance sebagai syarat, jadi mau gak mau ya mesti bikin. Dengan terjadinya case keterlambatan bagasi lebih dari 24 jam ini gw dapat pengalaman untuk claim travel insurance, lumayan lah dapet ganti sekitar 8x lipat dari harga polisnya, hihihi.. Trus dari KLM juga dapet kompensasi sekitar 2x lipat harga tiket AMS-MUC. Yeaah disyukuri aja bahwa dalam setiap perjalanan akan selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil :D. The more you travel, the more new experience you will have. See you on next post! 🙂

 

Weekend Getaway to Bangkok

Setelah sekian lama wacana mau jalan-jalan bareng geng QX Jomblo Traveller, akhirnya jadi juga Weekend Getaway ke Bangkok Thailand walaupun yang bisa ikut jadinya cuma 4 orang seadanya (gw, Ayu, kak Ridho, mas Miftah) plus Bu Rini dan Charlotte. Thanks to Arif dan Naldo buat tips-tips dan rekomendasinya untuk nonton Siam Niramit :D. Perginya kapan, baru sempet ngepost sekarang xD.

mtf_qdfaw_3453-jpg

Geng QX Jomblo Traveller haha.. (ketika semua masih pada jomblo)

Day 1

Kita berangkat hari Jumat siang dibagi 2 flight, gw sama Ayu duluan, kak Rido dan mas Miftah next flight. Pas landing gw sama Ayu ketemu Bu Rini dan anaknya yang ternyata berangkat bareng 1 pesawat hahaha.. Karena sama-sama backpacker dan itinerary-nya flexible jadi bisa jalan-jalan bareng deh ber-6 :D. Setelah selesai dari bagian imigrasi dan baggage claim, kita beli simcard untuk bisa ngenet dan siap2 in case perlu telpon darurat. Dari Suvarnabhumi Airport kita ke Suvarnabhumi Station yang ada di level B1 (2 lantai di bawah Arrival Hall) untuk naik Airport Rail Link (ARL) ke Ramkhamhaeng Station yang jaraknya cuma 4 stasiun dari airport. Kita nginep di Nasa Vegas Hotel, harganya lumayan cocok untuk kantong backpacker hahaa, dan enaknya keluar stasiun langsung bisa masuk ke lobby hotel ini.

Malamnya kita main ke Terminal 21 naik ARL+MRT. Ini semacam mall gitu, bukan terminal bus wakakak.. Terminal 21 Mall ini agak beda dibandingkan mall biasa, ada 9 lantai, tiap lantai beda tema negara, jadi agak unik gitu. Lantai LG: Carribean, G: Rome, M: Paris, 1: Tokyo, 2: London, 3: Istanbul, 4-5: San Fransisco, 6: Hollywood.

 

photogrid_1461481406855

Terminal 21

 

Day 2

Di hari kedua ini kita banyak keliling wat / temple / kuil. Pertama, setelah mampir sebentar ke Democracy Monument, kita ke Wat Suthatthepwararam atau singkatnya Wat Suthat. Dari luar, warna kuil ini dominan putih, sedangkan di bagian dalam kuil terdapat mural yang menghiasi sekeliling temboknya. Di depan kuil ini ada Red Giant Swing. Konon kabarnya, dulu banyak yang meninggal dunia karena ikut sayembara berayun di sini.

photogrid_1461481660597

Wat Suthat

Selanjutnya kita jalan kaki ke Wat Ratchabophit. Dekorasi bagian luar bangunan ini dihiasi dengan berbagai motif yang terbuat dari keramik warna-warni. Sedangkan pintu dan jendelanya dihiasi dengan emas dan kaca. Di sini juga terdapat makam dengan berbagai monumen berisi abu anggota keluarga kerajaan.

photogrid_1461481765358

Wat Ratchabophit

Menjelang siang kita ke Wat Pho (Temple of the Reclining Buddha). Di sini terdapat patung Budha sedang berbaring yang terbuat dari emas dengan panjang 46m dan tinggi 15m. Di bagian telapak kakinya dilapisi 108 lakshana (lambang suci Budha). Kalau mau masuk ke sini harus berpakaian sopan dan lepas alas kaki. Buat mba-mba atau tante-tante yang dateng dengan berbaju seksi ntar ditutupin kain/sarung dulu wkwkwk.. Di sisi lain ada stupa warna-warni dari potongan keramik.

photogrid_1461481932007

Wat Pho

Dari Wat Pho, kita ke kompleks Grand Palace. Ini kompleksnya luas banget dan ramai pengunjung (iyalah weekend). Kalo kesini kayaknya wajib bawa topi/payung, panas banget bo’, kalo perlu pake sunblock sekalian xD. Tiket masuk ke Grand Palace emang termasuk mahal 500 THB (hampir Rp 200.000) buat budget backpacker tapi ini ga cuma berlaku untuk masuk ke Grand Palace aja, dalam waktu seminggu masih bisa dipakai untuk ke Ananta Samakhom Throne Hall dan Vimanmek Mansion, besoknya kita baru mau ke sana, jadi ya lumayan worth it lah. Bangunan utamanya yang megah dan mewah adalah Wat Phra Kaew (Temple of The Emerald Buddha), waktu mau masuk ke sini harus lepas alas kaki dan dilarang foto-foto. Overall ini tempatnya bagus, tapi butuh yang agak lama kalau mau explore semua bangunan di dalamnya.

photogrid_1461482059381

Grand Palace

Menjelang sore kita naik Tuk-Tuk (kalau di Indonesia kayak bajay, tapi Tuk-Tuk bisa muat kita 6 orang dengan berbagai posisi, ada yang dipangku ada yang duduk di pintu hahaa xD) ke dermaga Tha Tien Pier trus nyebrang naik ferry menyusuri Sungai Chao Phraya menuju Wat Arun. Kabarnya Wat Arun ini view nya bagus pas sunset. Sebelum memasuki area Wat Arun, kita sholat dulu di masjid dekat situ namanya Ton Son Mosque, agak jalan sedikit sih lebih tepatnya ga deket2 banget lah. Nah saat kita memasuki area Wat Arun eh mulai gerimis ringan, Alhamdulillah nya ga deres dan segera berhenti. Trus kita liat orang2 yang sedang menaiki kuilnya rame banget, yang turun juga, mana tangganya curam gitu. Gara2 udah pada tepar keliling Grand Palace jadi pada mager untuk naik ke Wat Arun hahaha jadinya duduk2 guling2 di rumput taman aja udah seneng wkwkwk.. Waktu masih agak terang, Wat Arun ini keliatannya biasa aja warna abu2 gitu, saat matahari mulai terbenam baru deh ada lampu warna-warni yang membuat pemandangan Wat Arun semakin cantik dan mempesona. Pemandangan dari dermaga ke arah Sungai Chao Phraya juga ga kalah bagusnya di malam hari, banyak cruise ship lalu lalang dengan lampu warna-warni yang memantul di air sungai ini, ah sedap kali ya kalo dinner cruise menyusuri Sungai Chao Phraya ini wkwkwk (ngayal aje). Setelah puas bersantai ria di Wat Arun kita nyebrang balik ke dermaga Tha Tien Pier, ternyata dari seberang pun Wat Arun masih terlihat kece dari jauh, aaaak pokoknya baguuuss.. ❤

photogrid_1461482289200

Wat Arun

Mengakhiri kegiatan di hari ke-2 ini kita mampir ke Khaosan Road yang memang terkenal ramai dipenuhi turis. Di sini banyak hostel backpacker, tempat nyemil makan extreme, tempat massage, dan tukang jualan macem2. Kita di sini beli tiket untuk nonton Siam Niramit (soalnya berdasarkan review lebih murah beli di sini daripada beli online). Trus kita menyusuri Khaosan Road ini sampai ujung, makan malam, dan kembali ke hotel.

 

Day 3

Hari ke-3 kita awali dengan mengunjungi Wat Saket atau dikenal juga dengan Golden Mount. Kebetulan saat kita ke sana pada minggu itu sedang persiapan festival Loi Krathong, jadi stupa emas atau golden chedi nya dibungkus kain merah. Untuk menuju puncaknya, kita harus menaiki sekitar 300 anak tangga yang memutar. Masih muda masih kuat kan? Hahaha.. Tapi tangganya landai kok jadi ga terlalu bikin capek. Dari atas sini pemandangan ke sekeliling kota Bangkok juga bagus.

photogrid_1461482522214

The Golden Mount

Selanjutnya kita caw ke Dusit Palace. Di kompleks ini ada beberapa bangunan, di antaranya Ananta Samakhom Throne Hall yang bergaya arsitektur Italian Renaissance dan juga ada Abhisek Dusit Throne Hall. Di sini ada museum yang memamerkan hasil karya seni dan kerajinan tangan khas Thailand. Kita bisa masuk dan melihat koleksinya, namun dilarang foto-foto. Selain itu ada Vimanmek Mansion, istana megah yang terbuat dari kayu jati, masuknya harus lepas alas kaki, di dalamnya terasa adem, sejuk, dan asri.

photogrid_1461482685384

Dusit Palace

Hari semakin sore kita mampir ke Chatuchak Market yang hanya buka pas weekend, di sini banyak jajanan dan tempat beli oleh-oleh. Trus kita langsung menuju tempat berlangsungnya Siam Niramit Show. Pertunjukan ini mendapatkan sertifikasi dari Guinnes World of Records sebagai World’s Highest Stage. Sebelum mulai show nya di pelatarannya ada pertunjukan tarian khas Thailand dan kita bisa ketemu gajah yang nantinya akan tampil juga di panggung. Btw iseng-iseng bisa jadi tebak-tebakan juga sebenernya yang nari itu cewe atau cowo (ladyboy) dilihat dari jakunnya hahaha.. Satu kata buat Siam Niramit Show adalah AMAAAAZING, menakjubkan banget lah ini show nya yang menceritakan tentang kerajaan Siam, pokoknya sangat recommended bagi yang sedang berkunjung ke Bangkok.

photogrid_1461482791898

Before Siam Niramit Show

 

Day 4

Di hari terakhir, kita udah selesai acara jalan-jalannya, tinggal beli oleh-oleh aja buat keluarga dan teman-teman. Pertama kita ke Pratunam Market yaitu pasar yang masih agak tradisional, trus lanjut ke The Platinum Fashion Mall, dan akhirnya ke Central World Shopping Mall khusus buat beli tas Naraya khas Thailand hehe.. Abis itu kita lanjut ke airport dan kembali ke tanah air karena cuti udah abis jadi besoknya udah harus balik kerja haha.. Sekian cerita jalan-jalan kita di Bangkok, see you on the next post! 🙂

4-onboard

After sunset view from my window on flight back to Jakarta

 

Spring Eurotrip: Milano!

Yeaah, setelah bermalam di kereta dalam perjalanan Paris-Milan, akhirnya paginya sampailah di Milan, kota persinggahan terakhir dalam itinerary Spring Eurotrip 2014. Namun sayangnya kondisi gw waktu itu udah agak ngedrop, kulit dan hidung rasanya kering banget, jadi agak mager gitu buat banyak jalan, hiks.. Tapi udah jauh-jauh kemari, sayang lah kalau ga mengeksplor kota yang konon kabarnya menjadi pusat fashion di Eropa ini. Karena nyampe sini kepagian dan tempat kita nginep belum ready untuk check-in, jadinya ngemper dulu sambil sarapan di Milano Centrale.

Agak siangan kita udah bisa check-in dan istirahat sebentar baru lanjut menjelajah kota ini. Objek wisata pertama yang kita kunjungi adalah Duomo (Milan Cathedral), salah satu katedral yang cukup megah dan terbesar di dunia. Leonardo da Vinci juga memberikan kontribusi dalam desain arsitektur katedral ini. Karena sedang liburan Easter, jadi turis cukup ramai di sini. Kita mampir ngintip-ngintip ke dalamnya.

PhotoGrid_1460794081686

Duomo

Di pelataran Duomo ada monumen Raja Vittorio Emanuele II yang sedang menunggang kuda dan dihiasi banyaknya burung dara yang sedang hinggap maupun berterbangan. Hati-hati saja jika ada orang yang modus menawarkan biji-bijian untuk makanan burung dara, karena kalau kita ambil nanti kita akan disuruh bayar mahal. Atau kalau ada yang sok baik nawarin untuk fotoin kita, jangan mau deh, karena kalau kita ga bayar nanti hp atau kamera kita diancam ga balik. Itu udah modus di sana untuk ngejebak para turis yang belum tau. Nah dari pelataran ini kita bisa masuk ke Galleria Vittorio Emanuele II. Di sini berjejer butik yang menjual barang-barang mewah dan branded, surga bagi turis yang suka shopping, tapi buat gw sih biasa aja karena anaknya ga terlalu suka shopping xD. Buat yang pernah belajar Kalkulus mungkin udah ga asing dengan desain tempat ini karena menjadi salah satu cover textbook Kalkulus hahaha.. Mungkin terinspirasi dari struktur geometrinya dan akhirnya dijadiin cover :D. Setelah menyusuri gallery ini, kita sampai di Piazza della Scala di mana ada monumen Leonardo da Vinci di tengahnya.

PhotoGrid_1460794258399

Sekitar Duomo

Selanjutnya kita menuju Cimitero Monumentale (Monumental Cemetery), tapi sayangnya sampai sana sudah agak gelap dan sudah tutup. Walaupun gak sempat masuk, dari luar sudah berasa spooky nya. Kuburan megah ini merupakah hasil konsolidasi beberapa kuburan kecil yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas dan beberapa tokoh terkenal.

PhotoGrid_1460794416805

Cimitero Monumentale

Hari ke-dua, kita main ke Castello Sforzesco (Sforza Castle). Castle ini dibangun dari sisa-sisa benteng abad-14 yang kemudian direnovasi dan diperluas. Saat ini dijadikan museum dan tempat penyimpanan koleksi seni antik.

PhotoGrid_1460794571109

Castello Sforzesco

Terakhir kita mampir ke Stadion Giuseppe Meazza atau dikenal juga dengan nama Stadion San Siro. Stadion ini merupakan kandang bagi klub AC Milan dan Inter Milan, serta pernah menjadi tempat pertandingan FIFA World Cup 1990. Bagi para penggemar sepakbola, don’t miss it. Syukur-syukur kalau bisa nonton pertandingan dan ketemu pemain bolanya hahaha.. Waktu itu ngarep ketemu Kaka :D.

PhotoGrid_1460794879538

Stadion Giuseppe Meazza / San Siro

Demikianlah akhir cerita 2 hari di Milan dan sekaligus menutup perjalanan Spring Eurotrip 12-18 April 2014. Semoga ada kesempatan lagi untuk lanjut ngebolang Eurotrip ke kota-kota dan negara-negara lainnya, Aamiin.. 🙂

Spring Eurotrip: From Paris with Love

Melanjutkan cerita Eurotrip sebelumnya dari Brussels di sini, kita sampai di Paris malam hari dan langsung istirahat di apartemen. Keesokan harinya kita jalan-jalan ke Eiffel Tower, salah satu bangunan yang pernah masuk 7 Wonders of the World yang wajib dikunjungi kalau ke Paris. Melihat sekeliling kota Paris dari atas menara ini sepertinya menarik, tapi harus bersabar untuk menunggu naiknya karena antreannya biasanya cukup panjang. Alhamdulillah pagi itu langitnya biru cerah dan bagus jadi lumayan kece untuk bersantai menikmati pagi dan foto-foto hahaha..

PhotoGrid_1459071465740

Eiffel Tower

Dari Eiffel Tower, kita lanjut ke Les Invalides yang merupakan kompleks museum dan monumen yang menggambarkan sejarah militer Perancis dan veteran perang. Kita masuk ke Musée de l’Armée (The Army Museum) yang cukup luas dan makam Napoleon Bonaparte yang megah. Museum ini awalnya dibangun sebagai rumah sakit dan tempat tinggal tentara militer yang menjadi korban perang. Di museum ini kita bisa melihat artileri dan koleksi bersejarah lainnya yang zaman dahulu digunakan oleh tentara militer angkatan darat semasa perang.

PhotoGrid_1459071839037

Les Invalides

Kemudian kita lanjut berkelana melewati jalan Champs-Élysées di mana toko-toko branded berjejeran dan menjadi tempat shopping para turis (kalau kita sih cuma ngelewatin doang wkwkwk xD), setelah makan siang di salah satu cafe di pertengahan jalan ini kita menuju Arc de Triomphe di ujung jalan yaitu monumen yang dibangun untuk mengenang para pejuang perang zaman Napoleon. Monumen ini sekilas mirip banget sama Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri :D. Lalu kita sempat mampir juga ke Notre Dame Cathedral dan juga melewati jembatan gembok cinta saat menyeberangi Seine River. Sorenya kita agak menanjak menuju daerah Montmartre yang di puncaknya ada Sacré-Cœur. Pemandangan menanti senja dari atas sini juga lumayan kece. Setelah itu kita ke daerah Trocadéro untuk menyaksikan light show di Eiffel Tower dari sisi seberang. Oiya karena light show ini hanya ada tiap jam sekali, jadi waktu nungguin ini karena hawa sedang dingin kita menghangatkan diri dulu di cafe sambil minum hot chocolate. Setelah pertunjukan hampir dimulai baru deh kita keluar untuk menyaksikan light show yang ditunggu-tunggu. Alhamdulillah akhirnya kesampaian untuk melihat indahnya Eiffel Tower versi pagi dan malam hari :).

PhotoGrid_1459072042940

Arc de Triomphe, Notre Dame Cathedral, Montmartre, Seine River, Trocadero

Hari kedua pagi kita main ke Versailles yang berada di luar kota Paris. Istana Versailles yang biasa disebut Château de Versailles atau Palace of Versailles adalah istana super mewah yang termasuk salah satu istana terluas di dunia dan terdaftar sebagai salah satu warisan dunia UNESCO. Istana ini pernah menjadi kediaman keluarga kerajaan Perancis dan pernah menjadi target amukan massa saat Revolusi Perancis karena pihak kerajaan dianggap hidupnya terlalu mewah dan berfoya-foya di istana ini. Ruangan yang bisa dimasuki oleh pengunjung antara lain Grand Apartments of the Kings, Grand Apartments of the Queen, Hall of Mirrors (aula besar untuk upacara kerajaan). Rata-rata langit-langit bangunan ini dihiasi dengan lukisan dinding yang mengisahkan sejarah. Keren banget lah para seniman dan arsitek pada masa itu. Saat di sana gw jadi flash back mengingat waktu zaman SD pernah baca komik Marie-Antoinette.

PhotoGrid_1459072227592

Palace of Versailles

Setelah mengelilingi bangunan utama (walaupun tidak semuanya karena luas sekali), kita menuju Gardens of Versailles, yaitu taman di sekitar istana yang sangat luas, terdiri dari rerumputan dan pepohonan membentuk pola geometri, air mancur, dan kolam. Di sini bisa istirahat santai dan guling-guling di rumput hijau untuk melepas lelah hehe.. Setelah puas berkeliling di Versailles kita kembali ke Paris dengan kereta yang dekorasinya lucu bertema kerajaan.

PhotoGrid_1459072390846

Gardens of Versailles

Sebagai penutup kunjungan objek wisata di Paris, kita ke Musée du Louvre. Di museum yang sangat luas ini tersimpan ratusan ribu karya seni seperti lukisan, patung, dan berbagai koleksi objek lainnya karya seniman dan artis legendaris dari berbagai negara dan budaya. Kabarnya objek yang paling diminati oleh pengunjung adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Berhubung waktu kita sangat singkat dan perkiraan butuh sekitar 3 jam untuk mengeksplor isi museum ini, jadi kita keliling saja di luarnya menikmati pemandangan yang cukup hits yaitu bangunan piramida kaca yang mirip piramida terbalik di Summarecon Bekasi itu lhoo hahaha.. Semoga next time kalau punya waktu lebih lama bisa mampir lagi dan masuk ke museum ini.

PhotoGrid_1459072566614

The Louvre Museum

Selanjutnya kita bersiap menuju kota persinggahan terakhir dalam itinerary Spring Eurotrip 2014 ini yaitu Milan Italia dengan kereta malam. Nantikan cerita selanjutnya. 🙂

Spring Eurotrip: One Day Trip to Brussels, Belgium

Menyambung cerita Eurotrip sebelumnya di sini, tanggal 14 April 2014 pagi kita melanjutkan perjalanan dari Amsterdam ke Brussels ibu kota negara Belgia dengan kereta cepat Thalys yang berdurasi hampir 2 jam. Karena kita hanya berencana one day trip dan tidak bermalam, jadi sesampainya di Brussels kita sarapan dan titip tas bawaan di loker Bruxelles-Midi Station lalu lanjut berkelana keliling kota bermodalkan one day pass untuk transportasi. Pertama, kita ke area city center yaitu ke Grand Place yang dikelilingi bangunan bergaya gothic. Di sana biasa dijadikan tempat konser ataupun event tahunan. Salah satu bangunan yang paling hits adalah Town Hall (Hotel de Ville) yang menaranya menjulang tinggi, sayangnya saat itu sedang tidak dibuka untuk umum.

PhotoGrid_1458992383357

Grand Place

Setelah puas berkeliling Grand Place, kita lanjut mampir ke Cathedral of St.Michael & St.Gudula, melewati The Royal Palace (Palais Royal) yaitu kediaman raja Belgia, dan ke Notre Dame du Sablon yang di depannya ada taman cantik.

PhotoGrid_1458992589828

Cathedral of St.Michael & St.Gudula, The Royal Palace, Notre Dame du Sablon

Agak siangan kita ke Parc du Cinquantenaire atau dikenal juga dengan Jubelpark yang dibangun untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Belgia. Kabarnya, 15% wilayah di Brussels ini memang sengaja diperuntukkan bagi taman dan hutan kota, jadi wajar saja kalo ada taman yang luas di mana-mana.

PhotoGrid_1458992738274

Parc du Cinquantenaire

Kemudian kita menuju Atomium, salah satu bangunan khas di Brussels dengan desain arsitektur yang keren dan futuristik, terdiri dari 9 bola raksasa yang menyerupai atom dan saling terhubung sehingga menyerupai molekul, jadi inget pelajaran kimia waktu SMA hahaha.. Waktu ke sana ternyata antreannya untuk naik panjang sekali jadi mengurungkan niat untuk naik. Foto-foto di luarnya juga udah senang wkwkwk.. Di sana juga ada Mini-Europe, bentuk mini dari beberapa bangunan khas di Eropa seperti Menara Eiffel, Big Ben, Menara Pisa, Atomium, dll. Menarik sih kayaknya, tapi nanti aja lah kalau udah punya anak semoga ada kesempatan ngajak kemari xD.

PhotoGrid_1458992981842

Atomium

Menjelang sore kita mampir ke National Basilica of the Sacred Heart atau dikenal juga dengan Koekelberg Basilica. Dan terakhir ke Manneken Pis, patung anak laki-laki yang lagi pipis dan pipisnya ini jadi air mancur yang merupakan icon dari Brussel :D. Di sekitar Manneken Pis ada toko waffle yang toppingnya sangat menggoda, lumayan buat snack sore hehe..

PhotoGrid_1458993139833

National Basilica of the Sacred Heart & Manneken Pis

Berakhirlah kisah one day trip di Brussels kali ini, kemudian kita siap-siap melanjutkan perjalanan dengan naik kereta ke Paris. See you on next post. 🙂

Spring Eurotrip: Ngebolang ke Negeri Kincir Angin

Entah kenapa sejak SMA gw suka banget sama tulip dan kincir angin ala Belanda. Alhamdulillah beberapa tahun kemudian dikasih kesempatan sama Allah untuk pergi ke Belanda jadi bisa liat tulip dan kincir angin langsung, yeiiy.. Yak walapun udah 2 tahun yang lalu, semoga belom basi lah ya untuk diceritakan perjalanannya di sini hahaa..

Setelah berbulan-bulan sebelumnya nyiapin tiket, itinerary, akomodasi, dan visa Schengen, akhirnya tanggal 11 April 2014 malam gw berangkat naik Garuda Indonesia (GA 88) tujuan Amsterdam Belanda untuk memulai Spring Eurotrip via Belanda. Kenapa Belanda? Ya selain karena GA buka rutenya ke Amsterdam Belanda, kabar-kabarnya visa Schengen juga paling mudah kalau apply lewat Kedubes Belanda, dan ternyata benar kalo persyaratannya terpenuhi semua keesokan harinya visa langsung jadi. Wew, ini adalah pengalaman pertama gw ngebolang berangkat sendiri naik pesawat ke luar negri dan benua lain dengan durasi penerbangan hampir 14 jam. Selama di pesawat ya cuma bisa makan-sholat-doa-nonton-tidur. Pesen mamake banyak-banyak doa dan istighfar aja di pesawat. 🙂

Alhamdulillah 12 April 2014 siang landing dengan selamat di Amsterdam Schiphol Airport. Di imigrasi petugasnya lama banget nanyain gw macem-macem, padahal yang antre depan gw tadi kayaknya cepet banget diperiksanya, entah petugas ini ngira gw mau jadi TKI atau ngira gw kayak bocah ilang wkwkwk xD. Setelah semua dokumen yang dia minta bisa gw tunjukin lengkap akhirnya lolos juga di imigrasi. Singkat cerita setelah ketemu teman-teman Indo di sana dan dijemput, kita lanjut naik kereta ke tempat penginapan di area Amsterdam Centraal untuk istirahat sebentar.

Sorenya kita langsung jalan-jalan ke Zaanse Schans. Dari Amsterdam Centraal Station ke Koog-Zaandijk Station. Waktu jalan memasuki area Zaanse Schans udah disuguhi taman kecil yang ditanami tulip, girang banget rasanya karena baru sekali ngeliat tulip asli hahaa.. Di sana kita bisa melihat kincir angin (windmill) dan rumah-rumahan tradisional ala Belanda dengan suasana pedesaan. Kita juga bisa menyaksikan demo pembuatan klompen alias bakiak khas Belanda dengan gratis.

PhotoGrid_1457866752077

Zaanse Schans

Balik dari Zaanse Schans, kita menyusuri pusat kota Amsterdam, melewati cafe-cafe dan kanal-kanal yang kece, dan istirahat di sekitar Dam Square yang lumayan ramai. Enaknya area pusat kota ini walkable banget jadi jalan kaki kemana-mana juga ga cape. Selain itu kotanya juga ramah lingkungan, orang-orang suka kemana-mana naik sepeda, jadi minim polusi. Dan karena lagi musim semi jadi siangnya agak panjang dan jam 19.00 pun masih terang. Kalau kedinginan nongkrong di Dam Square, bisa lah masuk ke mall De Bijenkorf. Kalau di Indo, masuk mall biar adem. Nah waktu itu masuk mall di sana biar anget wkwkwk xD.

PhotoGrid_1457866960882

Amsterdam City Center

Hari ke-2 kita jalan-jalan ke Keukenhof di daerah Lisse. Keukenhof yang merupakan salah satu taman terbesar di Eropa yang dibukanya cuma saat musim semi adalah salah satu tujuan utama gw ke Amsterdam biar bisa melihat langsung berbagai macam bunga tulip cantik yang lagi mekar. Pokoknya di sini tamannya indah banget dan bikin adem mata, serta banyak juga spot foto yang kece dan unyu hahaha.. Jadi menurut gw worth it lah sama harga tiket masuknya.

PhotoGrid_1457867276316

Pemandangan di Keukenhof

PhotoGrid_1457867584102

Keliling Keukenhof xD

Agak sorean kita mampir ke area Rijksmuseum. Di dalam Rijksmuseum sih katanya terdapat lukisan-lukisan karya pelukis terkenal. Sayangnya kita ga sempet masuk sih karena waktu sampai sana udah mau tutup dan museum nya gede banget jadi takut ga sempet explore banyak di dalamnya. Akhirnya santai-santai dan foto aja dengan background I amsterdam yang cukup hits di belakang Rijksmuseum ini.

PhotoGrid_1457869198157

I amsterdam

Kemudian kita lanjut ke Madame Tussaud, yaitu museum replika dari lilin yang menyerupai artis, tokoh kartun, ataupun tokoh sejarah yang terkenal. Buat yang pengen foto bareng artis kesayangan tapi belum kesampaian, bisa lah menghibur diri kemari xD.

PhotoGrid_1457869356665

Madame Tussaud

Mengakhiri kegiatan hari terakhir di Amsterdam, kita naik canal cruise malam hari dengan ditemani gemerlap lampu yang menghiasi kota tua ini, pokoknya cantik bangeeet pemandangannya. Mungkin lain kali kalau dikasih kesempatan ke sana lagi mau nyobain juga canal cruise sore hari. 🙂

PhotoGrid_1457869530293

Night Canal Cruise

Sekian cerita perjalanan gw ngebolang pertama kali ke negeri kincir angin selama 2 hari, nantikan kelanjutan cerita Spring Eurotrip ke negara lainnya. 😉