Weekend Getaway to Bangkok

Setelah sekian lama wacana mau jalan-jalan bareng geng QX Jomblo Traveller, akhirnya jadi juga Weekend Getaway ke Bangkok Thailand walaupun yang bisa ikut jadinya cuma 4 orang seadanya (gw, Ayu, kak Ridho, mas Miftah) plus Bu Rini dan Charlotte. Thanks to Arif dan Naldo buat tips-tips dan rekomendasinya untuk nonton Siam Niramit😀. Perginya kapan, baru sempet ngepost sekarang xD.

mtf_qdfaw_3453-jpg

Geng QX Jomblo Traveller haha.. (ketika semua masih pada jomblo)

Day 1

Kita berangkat hari Jumat siang dibagi 2 flight, gw sama Ayu duluan, kak Rido dan mas Miftah next flight. Pas landing gw sama Ayu ketemu Bu Rini dan anaknya yang ternyata berangkat bareng 1 pesawat hahaha.. Karena sama-sama backpacker dan itinerary-nya flexible jadi bisa jalan-jalan bareng deh ber-6😀. Setelah selesai dari bagian imigrasi dan baggage claim, kita beli simcard untuk bisa ngenet dan siap2 in case perlu telpon darurat. Dari Suvarnabhumi Airport kita ke Suvarnabhumi Station yang ada di level B1 (2 lantai di bawah Arrival Hall) untuk naik Airport Rail Link (ARL) ke Ramkhamhaeng Station yang jaraknya cuma 4 stasiun dari airport. Kita nginep di Nasa Vegas Hotel, harganya lumayan cocok untuk kantong backpacker hahaa, dan enaknya keluar stasiun langsung bisa masuk ke lobby hotel ini.

Malamnya kita main ke Terminal 21 naik ARL+MRT. Ini semacam mall gitu, bukan terminal bus wakakak.. Terminal 21 Mall ini agak beda dibandingkan mall biasa, ada 9 lantai, tiap lantai beda tema negara, jadi agak unik gitu. Lantai LG: Carribean, G: Rome, M: Paris, 1: Tokyo, 2: London, 3: Istanbul, 4-5: San Fransisco, 6: Hollywood.

 

photogrid_1461481406855

Terminal 21

 

Day 2

Di hari kedua ini kita banyak keliling wat / temple / kuil. Pertama, setelah mampir sebentar ke Democracy Monument, kita ke Wat Suthatthepwararam atau singkatnya Wat Suthat. Dari luar, warna kuil ini dominan putih, sedangkan di bagian dalam kuil terdapat mural yang menghiasi sekeliling temboknya. Di depan kuil ini ada Red Giant Swing. Konon kabarnya, dulu banyak yang meninggal dunia karena ikut sayembara berayun di sini.

photogrid_1461481660597

Wat Suthat

Selanjutnya kita jalan kaki ke Wat Ratchabophit. Dekorasi bagian luar bangunan ini dihiasi dengan berbagai motif yang terbuat dari keramik warna-warni. Sedangkan pintu dan jendelanya dihiasi dengan emas dan kaca. Di sini juga terdapat makam dengan berbagai monumen berisi abu anggota keluarga kerajaan.

photogrid_1461481765358

Wat Ratchabophit

Menjelang siang kita ke Wat Pho (Temple of the Reclining Buddha). Di sini terdapat patung Budha sedang berbaring yang terbuat dari emas dengan panjang 46m dan tinggi 15m. Di bagian telapak kakinya dilapisi 108 lakshana (lambang suci Budha). Kalau mau masuk ke sini harus berpakaian sopan dan lepas alas kaki. Buat mba-mba atau tante-tante yang dateng dengan berbaju seksi ntar ditutupin kain/sarung dulu wkwkwk.. Di sisi lain ada stupa warna-warni dari potongan keramik.

photogrid_1461481932007

Wat Pho

Dari Wat Pho, kita ke kompleks Grand Palace. Ini kompleksnya luas banget dan ramai pengunjung (iyalah weekend). Kalo kesini kayaknya wajib bawa topi/payung, panas banget bo’, kalo perlu pake sunblock sekalian xD. Tiket masuk ke Grand Palace emang termasuk mahal 500 THB (hampir Rp 200.000) buat budget backpacker tapi ini ga cuma berlaku untuk masuk ke Grand Palace aja, dalam waktu seminggu masih bisa dipakai untuk ke Ananta Samakhom Throne Hall dan Vimanmek Mansion, besoknya kita baru mau ke sana, jadi ya lumayan worth it lah. Bangunan utamanya yang megah dan mewah adalah Wat Phra Kaew (Temple of The Emerald Buddha), waktu mau masuk ke sini harus lepas alas kaki dan dilarang foto-foto. Overall ini tempatnya bagus, tapi butuh yang agak lama kalau mau explore semua bangunan di dalamnya.

photogrid_1461482059381

Grand Palace

Menjelang sore kita naik Tuk-Tuk (kalau di Indonesia kayak bajay, tapi Tuk-Tuk bisa muat kita 6 orang dengan berbagai posisi, ada yang dipangku ada yang duduk di pintu hahaa xD) ke dermaga Tha Tien Pier trus nyebrang naik ferry menyusuri Sungai Chao Phraya menuju Wat Arun. Kabarnya Wat Arun ini view nya bagus pas sunset. Sebelum memasuki area Wat Arun, kita sholat dulu di masjid dekat situ namanya Ton Son Mosque, agak jalan sedikit sih lebih tepatnya ga deket2 banget lah. Nah saat kita memasuki area Wat Arun eh mulai gerimis ringan, Alhamdulillah nya ga deres dan segera berhenti. Trus kita liat orang2 yang sedang menaiki kuilnya rame banget, yang turun juga, mana tangganya curam gitu. Gara2 udah pada tepar keliling Grand Palace jadi pada mager untuk naik ke Wat Arun hahaha jadinya duduk2 guling2 di rumput taman aja udah seneng wkwkwk.. Waktu masih agak terang, Wat Arun ini keliatannya biasa aja warna abu2 gitu, saat matahari mulai terbenam baru deh ada lampu warna-warni yang membuat pemandangan Wat Arun semakin cantik dan mempesona. Pemandangan dari dermaga ke arah Sungai Chao Phraya juga ga kalah bagusnya di malam hari, banyak cruise ship lalu lalang dengan lampu warna-warni yang memantul di air sungai ini, ah sedap kali ya kalo dinner cruise menyusuri Sungai Chao Phraya ini wkwkwk (ngayal aje). Setelah puas bersantai ria di Wat Arun kita nyebrang balik ke dermaga Tha Tien Pier, ternyata dari seberang pun Wat Arun masih terlihat kece dari jauh, aaaak pokoknya baguuuss..❤

photogrid_1461482289200

Wat Arun

Mengakhiri kegiatan di hari ke-2 ini kita mampir ke Khaosan Road yang memang terkenal ramai dipenuhi turis. Di sini banyak hostel backpacker, tempat nyemil makan extreme, tempat massage, dan tukang jualan macem2. Kita di sini beli tiket untuk nonton Siam Niramit (soalnya berdasarkan review lebih murah beli di sini daripada beli online). Trus kita menyusuri Khaosan Road ini sampai ujung, makan malam, dan kembali ke hotel.

 

Day 3

Hari ke-3 kita awali dengan mengunjungi Wat Saket atau dikenal juga dengan Golden Mount. Kebetulan saat kita ke sana pada minggu itu sedang persiapan festival Loi Krathong, jadi stupa emas atau golden chedi nya dibungkus kain merah. Untuk menuju puncaknya, kita harus menaiki sekitar 300 anak tangga yang memutar. Masih muda masih kuat kan? Hahaha.. Tapi tangganya landai kok jadi ga terlalu bikin capek. Dari atas sini pemandangan ke sekeliling kota Bangkok juga bagus.

photogrid_1461482522214

The Golden Mount

Selanjutnya kita caw ke Dusit Palace. Di kompleks ini ada beberapa bangunan, di antaranya Ananta Samakhom Throne Hall yang bergaya arsitektur Italian Renaissance dan juga ada Abhisek Dusit Throne Hall. Di sini ada museum yang memamerkan hasil karya seni dan kerajinan tangan khas Thailand. Kita bisa masuk dan melihat koleksinya, namun dilarang foto-foto. Selain itu ada Vimanmek Mansion, istana megah yang terbuat dari kayu jati, masuknya harus lepas alas kaki, di dalamnya terasa adem, sejuk, dan asri.

photogrid_1461482685384

Dusit Palace

Hari semakin sore kita mampir ke Chatuchak Market yang hanya buka pas weekend, di sini banyak jajanan dan tempat beli oleh-oleh. Trus kita langsung menuju tempat berlangsungnya Siam Niramit Show. Pertunjukan ini mendapatkan sertifikasi dari Guinnes World of Records sebagai World’s Highest Stage. Sebelum mulai show nya di pelatarannya ada pertunjukan tarian khas Thailand dan kita bisa ketemu gajah yang nantinya akan tampil juga di panggung. Btw iseng-iseng bisa jadi tebak-tebakan juga sebenernya yang nari itu cewe atau cowo (ladyboy) dilihat dari jakunnya hahaha.. Satu kata buat Siam Niramit Show adalah AMAAAAZING, menakjubkan banget lah ini show nya yang menceritakan tentang kerajaan Siam, pokoknya sangat recommended bagi yang sedang berkunjung ke Bangkok.

photogrid_1461482791898

Before Siam Niramit Show

 

Day 4

Di hari terakhir, kita udah selesai acara jalan-jalannya, tinggal beli oleh-oleh aja buat keluarga dan teman-teman. Pertama kita ke Pratunam Market yaitu pasar yang masih agak tradisional, trus lanjut ke The Platinum Fashion Mall, dan akhirnya ke Central World Shopping Mall khusus buat beli tas Naraya khas Thailand hehe.. Abis itu kita lanjut ke airport dan kembali ke tanah air karena cuti udah abis jadi besoknya udah harus balik kerja haha.. Sekian cerita jalan-jalan kita di Bangkok, see you on the next post!🙂

4-onboard

After sunset view from my window on flight back to Jakarta

 

Spring Eurotrip: Milano!

Yeaah, setelah bermalam di kereta dalam perjalanan Paris-Milan, akhirnya paginya sampailah di Milan, kota persinggahan terakhir dalam itinerary Spring Eurotrip 2014. Namun sayangnya kondisi gw waktu itu udah agak ngedrop, kulit dan hidung rasanya kering banget, jadi agak mager gitu buat banyak jalan, hiks.. Tapi udah jauh-jauh kemari, sayang lah kalau ga mengeksplor kota yang konon kabarnya menjadi pusat fashion di Eropa ini. Karena nyampe sini kepagian dan tempat kita nginep belum ready untuk check-in, jadinya ngemper dulu sambil sarapan di Milano Centrale.

Agak siangan kita udah bisa check-in dan istirahat sebentar baru lanjut menjelajah kota ini. Objek wisata pertama yang kita kunjungi adalah Duomo (Milan Cathedral), salah satu katedral yang cukup megah dan terbesar di dunia. Leonardo da Vinci juga memberikan kontribusi dalam desain arsitektur katedral ini. Karena sedang liburan Easter, jadi turis cukup ramai di sini. Kita mampir ngintip-ngintip ke dalamnya.

PhotoGrid_1460794081686

Duomo

Di pelataran Duomo ada monumen Raja Vittorio Emanuele II yang sedang menunggang kuda dan dihiasi banyaknya burung dara yang sedang hinggap maupun berterbangan. Hati-hati saja jika ada orang yang modus menawarkan biji-bijian untuk makanan burung dara, karena kalau kita ambil nanti kita akan disuruh bayar mahal. Atau kalau ada yang sok baik nawarin untuk fotoin kita, jangan mau deh, karena kalau kita ga bayar nanti hp atau kamera kita diancam ga balik. Itu udah modus di sana untuk ngejebak para turis yang belum tau. Nah dari pelataran ini kita bisa masuk ke Galleria Vittorio Emanuele II. Di sini berjejer butik yang menjual barang-barang mewah dan branded, surga bagi turis yang suka shopping, tapi buat gw sih biasa aja karena anaknya ga terlalu suka shopping xD. Buat yang pernah belajar Kalkulus mungkin udah ga asing dengan desain tempat ini karena menjadi salah satu cover textbook Kalkulus hahaha.. Mungkin terinspirasi dari struktur geometrinya dan akhirnya dijadiin cover😀. Setelah menyusuri gallery ini, kita sampai di Piazza della Scala di mana ada monumen Leonardo da Vinci di tengahnya.

PhotoGrid_1460794258399

Sekitar Duomo

Selanjutnya kita menuju Cimitero Monumentale (Monumental Cemetery), tapi sayangnya sampai sana sudah agak gelap dan sudah tutup. Walaupun gak sempat masuk, dari luar sudah berasa spooky nya. Kuburan megah ini merupakah hasil konsolidasi beberapa kuburan kecil yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas dan beberapa tokoh terkenal.

PhotoGrid_1460794416805

Cimitero Monumentale

Hari ke-dua, kita main ke Castello Sforzesco (Sforza Castle). Castle ini dibangun dari sisa-sisa benteng abad-14 yang kemudian direnovasi dan diperluas. Saat ini dijadikan museum dan tempat penyimpanan koleksi seni antik.

PhotoGrid_1460794571109

Castello Sforzesco

Terakhir kita mampir ke Stadion Giuseppe Meazza atau dikenal juga dengan nama Stadion San Siro. Stadion ini merupakan kandang bagi klub AC Milan dan Inter Milan, serta pernah menjadi tempat pertandingan FIFA World Cup 1990. Bagi para penggemar sepakbola, don’t miss it. Syukur-syukur kalau bisa nonton pertandingan dan ketemu pemain bolanya hahaha.. Waktu itu ngarep ketemu Kaka😀.

PhotoGrid_1460794879538

Stadion Giuseppe Meazza / San Siro

Demikianlah akhir cerita 2 hari di Milan dan sekaligus menutup perjalanan Spring Eurotrip 12-18 April 2014. Semoga ada kesempatan lagi untuk lanjut ngebolang Eurotrip ke kota-kota dan negara-negara lainnya, Aamiin..🙂

Spring Eurotrip: From Paris with Love

Melanjutkan cerita Eurotrip sebelumnya dari Brussels di sini, kita sampai di Paris malam hari dan langsung istirahat di apartemen. Keesokan harinya kita jalan-jalan ke Eiffel Tower, salah satu bangunan yang pernah masuk 7 Wonders of the World yang wajib dikunjungi kalau ke Paris. Melihat sekeliling kota Paris dari atas menara ini sepertinya menarik, tapi harus bersabar untuk menunggu naiknya karena antreannya biasanya cukup panjang. Alhamdulillah pagi itu langitnya biru cerah dan bagus jadi lumayan kece untuk bersantai menikmati pagi dan foto-foto hahaha..

PhotoGrid_1459071465740

Eiffel Tower

Dari Eiffel Tower, kita lanjut ke Les Invalides yang merupakan kompleks museum dan monumen yang menggambarkan sejarah militer Perancis dan veteran perang. Kita masuk ke Musée de l’Armée (The Army Museum) yang cukup luas dan makam Napoleon Bonaparte yang megah. Museum ini awalnya dibangun sebagai rumah sakit dan tempat tinggal tentara militer yang menjadi korban perang. Di museum ini kita bisa melihat artileri dan koleksi bersejarah lainnya yang zaman dahulu digunakan oleh tentara militer angkatan darat semasa perang.

PhotoGrid_1459071839037

Les Invalides

Kemudian kita lanjut berkelana melewati jalan Champs-Élysées di mana toko-toko branded berjejeran dan menjadi tempat shopping para turis (kalau kita sih cuma ngelewatin doang wkwkwk xD), setelah makan siang di salah satu cafe di pertengahan jalan ini kita menuju Arc de Triomphe di ujung jalan yaitu monumen yang dibangun untuk mengenang para pejuang perang zaman Napoleon. Monumen ini sekilas mirip banget sama Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri😀. Lalu kita sempat mampir juga ke Notre Dame Cathedral dan juga melewati jembatan gembok cinta saat menyeberangi Seine River. Sorenya kita agak menanjak menuju daerah Montmartre yang di puncaknya ada Sacré-Cœur. Pemandangan menanti senja dari atas sini juga lumayan kece. Setelah itu kita ke daerah Trocadéro untuk menyaksikan light show di Eiffel Tower dari sisi seberang. Oiya karena light show ini hanya ada tiap jam sekali, jadi waktu nungguin ini karena hawa sedang dingin kita menghangatkan diri dulu di cafe sambil minum hot chocolate. Setelah pertunjukan hampir dimulai baru deh kita keluar untuk menyaksikan light show yang ditunggu-tunggu. Alhamdulillah akhirnya kesampaian untuk melihat indahnya Eiffel Tower versi pagi dan malam hari🙂.

PhotoGrid_1459072042940

Arc de Triomphe, Notre Dame Cathedral, Montmartre, Seine River, Trocadero

Hari kedua pagi kita main ke Versailles yang berada di luar kota Paris. Istana Versailles yang biasa disebut Château de Versailles atau Palace of Versailles adalah istana super mewah yang termasuk salah satu istana terluas di dunia dan terdaftar sebagai salah satu warisan dunia UNESCO. Istana ini pernah menjadi kediaman keluarga kerajaan Perancis dan pernah menjadi target amukan massa saat Revolusi Perancis karena pihak kerajaan dianggap hidupnya terlalu mewah dan berfoya-foya di istana ini. Ruangan yang bisa dimasuki oleh pengunjung antara lain Grand Apartments of the Kings, Grand Apartments of the Queen, Hall of Mirrors (aula besar untuk upacara kerajaan). Rata-rata langit-langit bangunan ini dihiasi dengan lukisan dinding yang mengisahkan sejarah. Keren banget lah para seniman dan arsitek pada masa itu. Saat di sana gw jadi flash back mengingat waktu zaman SD pernah baca komik Marie-Antoinette.

PhotoGrid_1459072227592

Palace of Versailles

Setelah mengelilingi bangunan utama (walaupun tidak semuanya karena luas sekali), kita menuju Gardens of Versailles, yaitu taman di sekitar istana yang sangat luas, terdiri dari rerumputan dan pepohonan membentuk pola geometri, air mancur, dan kolam. Di sini bisa istirahat santai dan guling-guling di rumput hijau untuk melepas lelah hehe.. Setelah puas berkeliling di Versailles kita kembali ke Paris dengan kereta yang dekorasinya lucu bertema kerajaan.

PhotoGrid_1459072390846

Gardens of Versailles

Sebagai penutup kunjungan objek wisata di Paris, kita ke Musée du Louvre. Di museum yang sangat luas ini tersimpan ratusan ribu karya seni seperti lukisan, patung, dan berbagai koleksi objek lainnya karya seniman dan artis legendaris dari berbagai negara dan budaya. Kabarnya objek yang paling diminati oleh pengunjung adalah lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Berhubung waktu kita sangat singkat dan perkiraan butuh sekitar 3 jam untuk mengeksplor isi museum ini, jadi kita keliling saja di luarnya menikmati pemandangan yang cukup hits yaitu bangunan piramida kaca yang mirip piramida terbalik di Summarecon Bekasi itu lhoo hahaha.. Semoga next time kalau punya waktu lebih lama bisa mampir lagi dan masuk ke museum ini.

PhotoGrid_1459072566614

The Louvre Museum

Selanjutnya kita bersiap menuju kota persinggahan terakhir dalam itinerary Spring Eurotrip 2014 ini yaitu Milan Italia dengan kereta malam. Nantikan cerita selanjutnya.🙂

Spring Eurotrip: One Day Trip to Brussels, Belgium

Menyambung cerita Eurotrip sebelumnya di sini, tanggal 14 April 2014 pagi kita melanjutkan perjalanan dari Amsterdam ke Brussels ibu kota negara Belgia dengan kereta cepat Thalys yang berdurasi hampir 2 jam. Karena kita hanya berencana one day trip dan tidak bermalam, jadi sesampainya di Brussels kita sarapan dan titip tas bawaan di loker Bruxelles-Midi Station lalu lanjut berkelana keliling kota bermodalkan one day pass untuk transportasi. Pertama, kita ke area city center yaitu ke Grand Place yang dikelilingi bangunan bergaya gothic. Di sana biasa dijadikan tempat konser ataupun event tahunan. Salah satu bangunan yang paling hits adalah Town Hall (Hotel de Ville) yang menaranya menjulang tinggi, sayangnya saat itu sedang tidak dibuka untuk umum.

PhotoGrid_1458992383357

Grand Place

Setelah puas berkeliling Grand Place, kita lanjut mampir ke Cathedral of St.Michael & St.Gudula, melewati The Royal Palace (Palais Royal) yaitu kediaman raja Belgia, dan ke Notre Dame du Sablon yang di depannya ada taman cantik.

PhotoGrid_1458992589828

Cathedral of St.Michael & St.Gudula, The Royal Palace, Notre Dame du Sablon

Agak siangan kita ke Parc du Cinquantenaire atau dikenal juga dengan Jubelpark yang dibangun untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Belgia. Kabarnya, 15% wilayah di Brussels ini memang sengaja diperuntukkan bagi taman dan hutan kota, jadi wajar saja kalo ada taman yang luas di mana-mana.

PhotoGrid_1458992738274

Parc du Cinquantenaire

Kemudian kita menuju Atomium, salah satu bangunan khas di Brussels dengan desain arsitektur yang keren dan futuristik, terdiri dari 9 bola raksasa yang menyerupai atom dan saling terhubung sehingga menyerupai molekul, jadi inget pelajaran kimia waktu SMA hahaha.. Waktu ke sana ternyata antreannya untuk naik panjang sekali jadi mengurungkan niat untuk naik. Foto-foto di luarnya juga udah senang wkwkwk.. Di sana juga ada Mini-Europe, bentuk mini dari beberapa bangunan khas di Eropa seperti Menara Eiffel, Big Ben, Menara Pisa, Atomium, dll. Menarik sih kayaknya, tapi nanti aja lah kalau udah punya anak semoga ada kesempatan ngajak kemari xD.

PhotoGrid_1458992981842

Atomium

Menjelang sore kita mampir ke National Basilica of the Sacred Heart atau dikenal juga dengan Koekelberg Basilica. Dan terakhir ke Manneken Pis, patung anak laki-laki yang lagi pipis dan pipisnya ini jadi air mancur yang merupakan icon dari Brussel😀. Di sekitar Manneken Pis ada toko waffle yang toppingnya sangat menggoda, lumayan buat snack sore hehe..

PhotoGrid_1458993139833

National Basilica of the Sacred Heart & Manneken Pis

Berakhirlah kisah one day trip di Brussels kali ini, kemudian kita siap-siap melanjutkan perjalanan dengan naik kereta ke Paris. See you on next post.🙂

Spring Eurotrip: Ngebolang ke Negeri Kincir Angin

Entah kenapa sejak SMA gw suka banget sama tulip dan kincir angin ala Belanda. Alhamdulillah beberapa tahun kemudian dikasih kesempatan sama Allah untuk pergi ke Belanda jadi bisa liat tulip dan kincir angin langsung, yeiiy.. Yak walapun udah 2 tahun yang lalu, semoga belom basi lah ya untuk diceritakan perjalanannya di sini hahaa..

Setelah berbulan-bulan sebelumnya nyiapin tiket, itinerary, akomodasi, dan visa Schengen, akhirnya tanggal 11 April 2014 malam gw berangkat naik Garuda Indonesia (GA 88) tujuan Amsterdam Belanda untuk memulai Spring Eurotrip via Belanda. Kenapa Belanda? Ya selain karena GA buka rutenya ke Amsterdam Belanda, kabar-kabarnya visa Schengen juga paling mudah kalau apply lewat Kedubes Belanda, dan ternyata benar kalo persyaratannya terpenuhi semua keesokan harinya visa langsung jadi. Wew, ini adalah pengalaman pertama gw ngebolang berangkat sendiri naik pesawat ke luar negri dan benua lain dengan durasi penerbangan hampir 14 jam. Selama di pesawat ya cuma bisa makan-sholat-doa-nonton-tidur. Pesen mamake banyak-banyak doa dan istighfar aja di pesawat.🙂

Alhamdulillah 12 April 2014 siang landing dengan selamat di Amsterdam Schiphol Airport. Di imigrasi petugasnya lama banget nanyain gw macem-macem, padahal yang antre depan gw tadi kayaknya cepet banget diperiksanya, entah petugas ini ngira gw mau jadi TKI atau ngira gw kayak bocah ilang wkwkwk xD. Setelah semua dokumen yang dia minta bisa gw tunjukin lengkap akhirnya lolos juga di imigrasi. Singkat cerita setelah ketemu teman-teman Indo di sana dan dijemput, kita lanjut naik kereta ke tempat penginapan di area Amsterdam Centraal untuk istirahat sebentar.

Sorenya kita langsung jalan-jalan ke Zaanse Schans. Dari Amsterdam Centraal Station ke Koog-Zaandijk Station. Waktu jalan memasuki area Zaanse Schans udah disuguhi taman kecil yang ditanami tulip, girang banget rasanya karena baru sekali ngeliat tulip asli hahaa.. Di sana kita bisa melihat kincir angin (windmill) dan rumah-rumahan tradisional ala Belanda dengan suasana pedesaan. Kita juga bisa menyaksikan demo pembuatan klompen alias bakiak khas Belanda dengan gratis.

PhotoGrid_1457866752077

Zaanse Schans

Balik dari Zaanse Schans, kita menyusuri pusat kota Amsterdam, melewati cafe-cafe dan kanal-kanal yang kece, dan istirahat di sekitar Dam Square yang lumayan ramai. Enaknya area pusat kota ini walkable banget jadi jalan kaki kemana-mana juga ga cape. Selain itu kotanya juga ramah lingkungan, orang-orang suka kemana-mana naik sepeda, jadi minim polusi. Dan karena lagi musim semi jadi siangnya agak panjang dan jam 19.00 pun masih terang. Kalau kedinginan nongkrong di Dam Square, bisa lah masuk ke mall De Bijenkorf. Kalau di Indo, masuk mall biar adem. Nah waktu itu masuk mall di sana biar anget wkwkwk xD.

PhotoGrid_1457866960882

Amsterdam City Center

Hari ke-2 kita jalan-jalan ke Keukenhof di daerah Lisse. Keukenhof yang merupakan salah satu taman terbesar di Eropa yang dibukanya cuma saat musim semi adalah salah satu tujuan utama gw ke Amsterdam biar bisa melihat langsung berbagai macam bunga tulip cantik yang lagi mekar. Pokoknya di sini tamannya indah banget dan bikin adem mata, serta banyak juga spot foto yang kece dan unyu hahaha.. Jadi menurut gw worth it lah sama harga tiket masuknya.

PhotoGrid_1457867276316

Pemandangan di Keukenhof

PhotoGrid_1457867584102

Keliling Keukenhof xD

Agak sorean kita mampir ke area Rijksmuseum. Di dalam Rijksmuseum sih katanya terdapat lukisan-lukisan karya pelukis terkenal. Sayangnya kita ga sempet masuk sih karena waktu sampai sana udah mau tutup dan museum nya gede banget jadi takut ga sempet explore banyak di dalamnya. Akhirnya santai-santai dan foto aja dengan background I amsterdam yang cukup hits di belakang Rijksmuseum ini.

PhotoGrid_1457869198157

I amsterdam

Kemudian kita lanjut ke Madame Tussaud, yaitu museum replika dari lilin yang menyerupai artis, tokoh kartun, ataupun tokoh sejarah yang terkenal. Buat yang pengen foto bareng artis kesayangan tapi belum kesampaian, bisa lah menghibur diri kemari xD.

PhotoGrid_1457869356665

Madame Tussaud

Mengakhiri kegiatan hari terakhir di Amsterdam, kita naik canal cruise malam hari dengan ditemani gemerlap lampu yang menghiasi kota tua ini, pokoknya cantik bangeeet pemandangannya. Mungkin lain kali kalau dikasih kesempatan ke sana lagi mau nyobain juga canal cruise sore hari.🙂

PhotoGrid_1457869530293

Night Canal Cruise

Sekian cerita perjalanan gw ngebolang pertama kali ke negeri kincir angin selama 2 hari, nantikan kelanjutan cerita Spring Eurotrip ke negara lainnya.😉

Sikremut Goes to Brazil – Behind the Story

Siapa yang belum tau Sikremut? Yak Sikremut atau Sistem Informasi Kereta Komuter adalah aplikasi mobile di Android untuk memberikan layanan informasi kepada para pengguna kereta atau KRL Commuter Line Jabodetabek. Sejarahnya dimulai pada tahun 2011, sebagai mahasiswa Ilmu Komputer pengen dong kita bikin “sesuatu” dalam rangka berkontribusi untuk ummat di bidang teknologi informasi. Akhirnya muncullah ide di ranah transportasi yaitu kereta komuter dan menjadi proyek di kuliah PPL (Proyek Perangkat Lunak) dengan anggota Ardi, Nila, dan Mira. Setelah itu gw dan Yasmin bergabung di proyek ini. Kemudian Wanda, Ridho dan Denny juga turut membantu untuk mempercantik user interface. Hingga saat ini aplikasi Sikremut masih di-maintain oleh Ardi, Nila, Denny, dan gw walaupun terkadang susah banget nyari waktu yang pas buat ketemuan hehe.. Buat yang belum download, monggo lho di-download di Play Store, Alhamdulillah saat ini sudah lebih dari 20.000 download: https://play.google.com/store/apps/details?id=sikremut.apps

Tim Sikremut

Tim Sikremut

Setelah kita melewati masa2 sulit karena ada yang skripsi, kerja, dan kesibukan lain, Alhamdulillah Sikremut berhasil memenangkan lomba, mendapat berbagai penghargaan, dan publikasi di berbagai media.

  • Juara I “Pameran Produk Inovatif”, Olimpiade Ilmiah Mahasiswa Universitas Indonesia, 2011
  • Juara I “Inspiring Students Award”, UI untuk Bangsa, 2011
  • “Best IT Product”, Fasilkom UI Award, 2012
  • Finalis “BlackBerry Mini Jam Hack”, 2012
  • Juara I “Windows Phone Nokia Lumia Apps Olympiad Category API Mindtalk”, 2012
  • 10 Top Free Android Application Category Transportation, Play Store, 2013
  • Peringkat 5 “RockStar Developer Competition”, 2013
  • Finalis “Samsung Developer Competition”, 2013
  • “Aplikasi Lokal Karya Anak Negeri HUT Kemerdekaan Indonesia ke-68 Telkomsel”, 2013
  • Finalis “Hackathon Retas Bangsa”, 2014
  • Runner-Up “World Summit Youth Award (WSYA) Category Go Green”, 2014
Publikasi Sikremut

Publikasi Sikremut

Achievement terakhir adalah Sikremut menjadi runner-up kategori Go Green di WSYA (World Summit Youth Award) 2014 yang eventnya diadakan di Sao Paulo, Brazil 2015. Singkat cerita gw mewakili tim untuk presentasi di sana dalam acara World Summit Youth Award Winners Festival 15-17 Juni 2015. WSYA ini terdiri dari 6 kategori yang mendukung United Nations Millenium Development Goals yaitu Fight Hunger Poverty & Disease, Education for All, Power 2 Woman, Create Your Culture, Go Green, dan Pursue Truth. Dari Indonesia ada 2 tim proyek yang lolos dan berangkat yaitu gw mewakili Sikremut (Jakarta) dan Idnul mewakili Indonesia Berkebun (Bali) yang sama-sama dari kategori Go Green.

Gw berangkat dari Jakarta tanggal 12 Juni 2015 malam naik Garuda Indonesia GA88 (Jakarta-Amsterdam), sampai Amsterdam 13 Juni 2015 pagi dan istirahat sekalian jalan2 sama teman yang lagi di sana namanya Ayya dan nginep di tempatnya Jenny. Makasih banget yaa Ayya dan Jenny❤. Tanggal 14 Juni 2015 pagi naik KLM KL791 (Amsterdam – Sao Paulo) dan sorenya sampai di Sao Paulo ketemuan sama Idnul yang kebetulan waktu landingnya gak beda jauh dan akhirnya naik taksi bareng ke Ibis Hotel Sao Paulo Paulista yang berada di kawasan Avenida Paulista (Paulista Avenue) yang katanya one of the most important avenues in Sao Paulo. Lumayan ya itu lama penerbangannya kalau ditotal 14 jam + 12 jam = 26 jam, lumayan bikin tepar, tapi kalau hati lagi excited secara baru pertama kalinya ke Amerika, rasa teparnya bisa sedikit berkurang hehe..

Hari ke-1 (15 Juni 2015)

Hari pertama kita ngumpul2 kenalan sama peserta lain dan panitia, seneng banget bisa punya banyak kenalan baru dari berbagai negara yang projeknya juga inspiring. Trus diajak keliling daerah sekitar hotel walaupun kondisinya lagi agak gerimis. Sorenya ada semacam pre-conference workshop dan sesi sharing tentang bagaimana teknik dan tips membuat presentasi yang baik untuk pitching.

Muter-muter sekitar Ibis Hotel

Muter-muter sekitar Ibis Hotel

Malamnya ada Opening Ceremony di Museu de Arte de Sao Paulo (MASP). Di sini tiap peserta dipanggil untuk naik ke panggung dan dikasih kesempatan untuk perkenalan singkat tentang projeknya. Aseliii ini dengkul lemes banget pas naik ke panggung soalnya ditonton sama profesor, juri, bule2 lokal, dan peserta lainnya hahaha…

WSYA - Opening Ceremony

WSYA – Opening Ceremony

Hari ke-2 (16 Juni 2015)

Hari ini dimulai conference-nya. Kalau kemarin baru perkenalan projek, di hari ke-2 ini lah saatnya tiap peserta presentasi/pitching. Lokasinya di Redbull Station. Selain itu ada workshop, talks, dan diskusi2 yang dibagi group kecil. Saat coffee break setelah sesi presentasi sempet kenalan juga sama speaker dan panitia lokalnya, seneng banget ada yang ngomong langsung kalo dia tertarik sama fitur2nya Sikremut yang bermanfaat, dia pengen di kota Sao Paulo aplikasi Metro nya bisa kayak Sikremut yang ada alarm penanda kalo udah mau nyampe stasiun tujuan dan kalo lagi tersesat ga tau arah bisa nyari stasiun terdekat di mana hehe..

WSYA - Conference

WSYA – Conference

Hari ke-3 (17 Juni 2015)

Ini adalah hari terakhir dari rangkaian acara WSYA. Pagi sampai sore masih melanjutkan conference di Redbull Station. Malamnya kita ke Secretaria de Estado dos Direitos da Pessoa com Deficiencia de Sao Paulo untuk mengikuti acara WSYA Ceremony and Gala yaitu malam penghargaan dan pengumuman WSYA Global Champion. Hari ini dianggap hari terakhir ketemu keseluruhan para peserta dan panitia yang udah 3 hari bersama, soalnya besok pagi sudah ada yang checkout hotel dan pulang ke negaranya, jadi foto2 dulu lah sebelum berpisah.

Foto Perpisahan

Foto Perpisahan

-Foto atas kiri: foto sama Emily (Brazil) yang projeknya “Annuit Walk” menjadi Global Champion WSYA tahun ini

-Foto atas tengah: foto sama Mikkel (Denmark) ya kali2 aja kalo nanti gw ke Denmark bisa kontak atau minta bantuan doi wakaka

-Foto atas kanan: foto sama Aleksandra (Spain) peserta yang paling senior dan mirip sama temen kantor gw namanya Dila hahaa

-Foto bawah kiri: foto sama Prof. Dr. Peter A. Bruck (Austria), WSYA Chairman

-Foto bawah kanan: foto sama Mathias Haas (Austria), CEO SuperSocial dan speaker yang materinya paling favorit

Ini lah momen yang paling ditunggu2 para peserta yaitu menerima sertifikat di panggung. Kebetulan untuk kategori Go Green pesertanya cewek semua hahaa.. Alhamdulillah Sikremut akhirnya punya international achievement, membawa nama Indonesia, dan bisa bermanfaat bagi para penggunanya.🙂

WSYA - Ceremony & Gala

WSYA – Ceremony & Gala

Hari ke-4 adalah hari terakhir di Sao Paulo karena sudah saatnya kembali ke Jakarta berhubung cuti juga terbatas haha.. Dan hari ini bertepatan dengan hari pertama puasa Ramadhan di tahun ini. Enaknya puasa di sini waktunya lebih cepat daripada di Indonesia hehe.. Tapi sebelum pulang dengan flight sore, sempetin dulu lah jalan2 keliling Sao Paulo dengan campuran antara jalan kaki, naik bus, dan taksi berhubung cuma punya waktu sebentar. Pagi2 setelah checkout hotel dan titip koper, gw dan Idnul menyusuri Avenida Paulista, Parque do Ibirapuera (park buat santai2 mencari kedamaian dan olahraga), Praca da Se (city’s central point, ada Sao Paulo Cathedral di daerah sini), Pateo do Collegio (gereja tua bersejarah), Secretaria da Justica, Banco de Sao Paulo, Sao Bento (biara tua), Estacao da Luz (stasiun yang modelnya ala2 Big Ben di London), dan Pinacoteca. Di Sao Paulo ini sehari2 orang bicara pakai Bahasa Portugis, jadi kalau nanya arah jalan pakai Bahasa Inggris ya dijawabnya pakai Bahasa Portugis, gw sih cuma bisa nangkep kalo mereka nunjuk kanan, kiri, atau lurus, hahaha…

Keliling Sao Paulo

Keliling Sao Paulo

Nah Sao Paulo ini terkenal dengan kepadatan penduduknya dan gedung2 skyscraper. Jadi mumpung ada kesempatan gratis, akhirnya kita naik ke puncak gedung Edificio Altino Arantes/Banespa untuk melihat kota Sao Paulo dari atas.

Edificio Altino Arantes

Edificio Altino Arantes

Belum lengkap rasanya kalo ke negara Brazil yang terkenal dengan sepakbolanya tapi kita ga mampir ke stadionnya. Jadi, mengakhiri jalan2 di hari terakhir ini kita ke stadion yang pernah dipakai untuk FIFA World Cup yaitu Estadio Municipal/Estadio do Pacaembu dan juga Museu do Futebol.

Estadio do Pacaembu dan Museu do Futebol

Estadio do Pacaembu dan Museu do Futebol

Demikianlah kisah perjalanan “Sikremut Goes to Brazil”. Terima kasih untuk teman2 yang selama ini telah mendukung Sikremut dan memberi berbagai masukan untuk pengembangan. Mohon doa teman2 semua semoga kami sebagai tim pengembang aplikasi Sikremut bisa terus berkarya dan berinovasi serta bermanfaat untuk ummat.🙂

Ngebolang ke Korea (4 Days Itinerary – Seoul, South Korea)

Annyeong Haseyoo..😀

Halo semuanyaa.. Udah lama banget ya gw ga update blog ini haha.. Okey, di postingan kali ini gw mau sharing itinerary dan pengalaman backpacking alias ngebolang dengan budget travel ke Seoul-Korea Selatan saat musim semi (Spring). Menurut gw Spring itu musim yang paling tepat buat jalan2 di negara yang punya 4 musim (Spring, Summer, Autumn, Winter) soalnya udaranya sejuk dan biasanya banyak bunga-bunga canteeek lagi mekar yeyeyeeeiy❤ *pecinta bunga*. Teman2 yang mau ke sana sebaiknya cek dulu ya di sana lagi musim apa dan suhunya berapa derajat biar ga salah bawa kostum hehe.. Kita stay di sana selama 4 hari 4 malam (30 April – 4 Mei 2014). Oiya untuk mempermudah selama jalan-jalan di sana biar ga nyasar kayak bocah ilang, sebaiknya sebelum berangkat download dulu aplikasi Seoul Subway (informasi line subway, rute, harga, dan lama perjalanan) dan MapsWithMe (offline map yang tinggal nyalain GPS untuk navigasi jadi ga perlu konek internet selama jalan2 di sana).

Pada travel kali ini gw bareng temen2 sekantor yaitu Ayu dan Desi naik pesawat Garuda Indonesia (GA)😛 *sangat recommended* hahaha.. Gw berangkat dari Jakarta dengan rute direct Cengkareng-Incheon (GA 878) jam 23.15 WIB, kalo Ayu dan Desi berangkat dengan rute Denpasar-Incheon (GA 870) jam 00.15 WITA, kita berangkatnya sama2 tengah malem dengan lama perjalanan kurang lebih 7 jam dan sampai di Seoul Incheon Airport sekitar jam 08.30 waktu Seoul.

Somewhere between Jakarta and Seoul

Somewhere between Jakarta and Seoul

Continue reading